Pemulihan dari sakit
Ibu Ellen, Pdt. Y. Atsumi, Bpk. F. Sakurai
Tahun XXXVIII · Minggu ke-4
GEREJA INTERDENOMINASI INJILI INDONESIA (GIII) JEMAAT TOKYO
東京インドネシア福音教会
Minggu, 13 September 2026
Worship
| Liturgi | Lagu / Keterangan |
|---|---|
| Pembukaan礼拝開始 | Hai Mari Sembah (KJ 4) |
| Doa Pembukaan最初の祈り | |
| Nas Pembimbing導きの御言葉 | Filipi「フィリピへの手紙」 4:11-13 |
| Menyanyi賛美 | Bila Kulihat Bintang Gemerlapan (KJ 64) |
| Pembacaan Mazmur詩篇の交読 | Mazmur「詩篇」119 : 129 - 144 |
| Kesaksian証し | Berkat Kemurahan-Mu |
| Pengakuan Dosa罪の告白 | Tetap Setia |
| Menyanyi賛美 | Sperti Rusa Rindu Sungai-Mu |
| Khotbahメッセージ | |
| Pengakuan Iman Rasuli使徒信条 | |
| Persembahan献金 | Apalah Arti Ibadahmu (PKJ 264) |
| Warta Jemaat報告 | |
| Menyanyi賛美 | Kupersembahkan Hidupku |
| Doa Berkat / Penutup祝祷 | Bapa Terima Kasih |
Keluarga besar GIII Tokyo mengucapkan selamat ulang tahun kepada jemaat yang berulang tahun minggu ini.
Kiranya Tuhan Yesus senantiasa memberkati, memelihara, dan menuntun dalam tahun kehidupan yang baru. Biarlah kasih, sukacita, hikmat, dan damai sejahtera dari Tuhan terus menyertai dalam keluarga, pekerjaan, studi, dan pelayanan.
“Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.”1 Yohanes 2:6
dan semua jemaat yang berulang tahun dalam seminggu yang lalu.
Mari bersatu hati dalam doa, membawa pergumulan jemaat, pelayanan gereja, dan kehidupan kita di hadapan Tuhan.
Ibu Ellen, Pdt. Y. Atsumi, Bpk. F. Sakurai
Ibu Christy Marbun, Ibu Isabella Sebayang, Ibu Diwanti Flora Simanjuntak, Ibu Tetra Yuko Siregar.
Kebakaran hutan, bencana letusan gunung api, Pemberantasan korupsi, stabilitas ekonomi, politik dan hukum.
Pemulihan pascagempa di Kumamoto, penginjilan di Jepang, kinerja pemerintah.
Pencarian dan penggalangan dana pembelian gedung ibadah permanen GIII Tokyo.
Perang Amerika-Israel-Iran, konflik Rusia dan Ukraina, pemulihan pasca gempa di Kumamoto, Flores, banjir di Nepal, kebakaran hutan di Indonesia, dan bencana di negara lain.
Serving Together
This Week
Sore ini Pdt. Henry M. akan melayani di Pos PI Nishi Tokyo. Mari kita dukung dalam doa.
Hari ini akan diadakan doa pengutusan bagi Pdt. Henry Mimbar bersama 10 orang pemuda-pemudi yang akan melayani dalam Mission Trip ke Kalimantan pada tanggal 17–25 September 2025. Mari kita mendukung seluruh tim dalam doa, agar Tuhan menyertai perjalanan dan pelayanan mereka, memberikan kesehatan serta perlindungan, dan memakai mereka menjadi berkat bagi banyak jiwa.
Gereja memanggil dan membuka kesempatan bagi seluruh jemaat yang rindu dan bersedia melayani dalam bidang-bidang seperti pemusik, penerjemah, operator proyektor, penyanyi, guru SM maupun pelayanan di bidang lainnya. Silakan menghubungi hamba Tuhan atau majelis.
Jemaat yang ingin memberi persepuluhan atau janji iman bulanan untuk pembangunan, silakan hubungi Bendahara (Bpk. Ari W. / Bpk. Markus). Untuk persembahan misi, silakan hubungi Koordinator Misi & PI (Ibu Apriani S.).
| Kegiatan | Hari/Tanggal | Jam | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Seminar Excellent Worship Ministry | Minggu, 13 September | 13:30~15:30 | NACTVA lt. 2 |
| Rapat Komisi IT | Selasa, 15 September | 21:00 | Zoom |
| Kegiatan | Hari/Tanggal | Jam | Keterangan |
|---|---|---|---|
| PA Ibu Urayasu | Rabu, 16 September | 11:00 | Gereja Beside (St. Takadanobaba) |
| Persekutuan Doa Jumat | Jumat, 18 September | 20:00 | Zoom |
| Ibadah Pemuda | Sabtu, 19 September | 14:00 | TBD |
Last Sunday
Matius 5:9マタイの福音書
Lingkungan di mana kita berada penuh dengan konflik. Perang terjadi di mana-mana, bukan hanya di tempat yang jauh, tetapi bahkan di dalam rumah kita sendiri. Sering kali terjadi salah pengertian, di mana orang bisa tersenyum namun menyimpan kebencian. Di gereja pun bisa ada orang-orang yang sama-sama menyanyi menyembah Tuhan, tetapi menolak untuk saling menyapa. Di tengah dunia yang retak ini, Tuhan berbicara: berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Lalu, apa makna pembawa damai dan apa dampaknya bagi kita?
Bagi banyak orang, damai mungkin sekadar berarti ketiadaan perang. Ini adalah pengertian yang sangat sempit. Damai yang sejati bukanlah kondisi semu yang ditimbulkan oleh alkohol atau narkoba, yang sekadar menipu persepsi kita terhadap kenyataan. Dalam Perjanjian Lama, kata Shalom berbicara tentang kesehatan dan kemakmuran. Shalom berarti kita menginginkan kesejahteraan orang yang kita jumpai, dan menunjuk pada hubungan yang kembali tertata di bawah kebenaran. Dua orang bisa saja berhenti berteriak, tetapi tetap saling membenci. Sebaliknya, damai yang alkitabiah menyentuh akar permasalahan dan menyelesaikannya.
Istilah "pembawa damai" (peacemaker) menunjuk pada orang-orang yang secara aktif memperjuangkan terjadinya perdamaian (Eirene). Kedamaian dalam Alkitab selalu didasarkan pada keadilan dan kebenaran. Di mana kebenaran berkuasa, di situ ada kedamaian. Kata pembuat damai mengisyaratkan bahwa perdamaian harus dibuat dan diusahakan, bukan terjadi secara otomatis atau kebetulan. Yesus tidak memberkati orang yang hanya memimpikan kedamaian, melainkan mereka yang sungguh-sungguh mengerjakannya.
Namun, seorang pembawa damai harus terlebih dahulu hidup dalam damai. Manusia sulit berdamai dengan sesama karena konflik terbesarnya adalah permusuhan dengan Allah akibat dosa. Konflik vertikal inilah yang memicu konflik horizontal. Oleh karena itu, kita harus terlebih dahulu berdamai dengan Allah. Perdamaian sejati tidak datang dari sekadar teknik konseling, melainkan dari salib Kristus (Kolose 1:20). Melalui pengorbanan-Nya, kasih dan keadilan bertemu menjadi jembatan perdamaian kita dengan Bapa. Periksalah diri kita; jangan-jangan kita tidak mampu membawa damai karena belum berdamai dengan Allah atau bahkan dengan diri sendiri. Biarkan ego kita dilucuti oleh Injil dan datanglah kepada Kristus.
Perjalanan menuju pembawa damai adalah sebuah proses rohani yang mendalam: dimulai dari merasa miskin di hadapan Allah, berdukacita, lemah lembut, lapar dan haus akan kebenaran, murah hati, suci hati, hingga akhirnya memuncak menjadi pembawa damai. Tentu ini bukan perkara gampang. Pembawa damai sering kali dibenci, bahkan diserang oleh pihak-pihak yang bertengkar. Namun, Rasul Paulus mengingatkan: “Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!” (Roma 12:18).
Apa upah bagi pembawa damai? Mereka akan disebut (Kaleo: diakui resmi) sebagai anak-anak Allah. Apakah status ini baru kita peroleh jika berhasil membawa damai? Tentu tidak. Status anak bukan upah, melainkan anugerah karena Tuhan telah menyelamatkan dan mengadopsi kita. Kita membawa damai justru karena kita sudah menjadi anak Allah. Seorang anak tidak perlu meniru agar diakui, ia menjadi serupa karena memang lahir dari keluarga tersebut.
Kesimpulannya, usahakan dan perjuangkanlah damai. Pertama-tama, biarkan diri kita didamaikan dengan Tuhan, sehingga damai-Nya berkuasa penuh di dalam hati kita sebelum akhirnya mengalir ke luar. Setelah itu, usahakanlah damai dengan sesama yang berlandaskan pada kebenaran dan kasih. Melalui perbuatan kitalah, biarkan dunia melihat siapa Bapa kita. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah!
Next Sunday
About
Gembala Pusat
Pdt. Yasuo Atsumi
Gembala GIII Wilayah Tokyo
Pdt. Henry Mimbar H. Sitompul
Email: henry@giii-japan.org
Pos PI/Persekutuan:
1. Pos PI Nishi Tokyo
2. Pos PI Shonan
Sekretariat
Koa Suwa Building lt. B1, 1-28-2, Takadanobaba, Shinjuku-ku, Tokyo 169-0075
Tel: 090-5529-0559
Email: tokyo@giii-japan.org
Homepage: https://tokyo.giii-japan.org
Lokasi Ibadah
NACTVA Hanzomon
〒102-0082 Tokyo-to, Chiyoda-ku, Ichibancho 25-13
Informasi tambahan lainnya dapat diperoleh dengan mengakses https://linktr.ee/giiitokyo
MUFG Bank
Nama Akun:
東京インドネシア福音教会
(Tokyo Indonesia Fukuin Kyoukai)
Cabang (Branch):
Takadanobaba Branch
(高田馬場支店)
Branch Code: 053
Nomor Akun: 1930780
Japan Post Bank
Nama Akun:
インドネシアフクインキョウカイ
ジアイアイアイ
(Indonesia Fukuin Kyoukai GIII)
Kode Cabang (Branch Code) / Kigo (記号): 10100
Nomor Akun: 88439241
Transfer via bank lain:
Branch Code: 018 (〇一八)
Nomor Akun: 8843924
Ibadah Minggu & Sekolah Minggu:
Setiap hari Minggu pukul 10:15 JST
Ibadah Minggu ke-2:
Setiap bulan Minggu pertama pukul 14:00 JST
Ibadah Bahasa Jepang(日本語礼拝):
Setiap bulan Minggu ke-2 & ke-4
(毎月第二と第四日曜日)